Pelapisan Sosial dan Perbedaan Kesamaan Derajat



Dalam masyarakat dimanapun di dunia, akan selalu dijumpai keadaan yang bervariasi, keadaan yang tidak sama. Satu hal yang tidak dapat kita sangkal adalah bahwa keadaan di dunia selalu bergerak dinamis.

masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktu yang cukup lama, sadar bahwa mereka adalah suatu kesatuan dimana mereka merupakan sistem hidup bersama. contoh unit masyarakat terkecil itu adalah Ayah, Ibu, dan anak-anak mereka.
Diatas itu adalah sedikit definisi mengenai masyarakat, dan yang akan saya bahas disini adalah Pelapisan Sosial Masyarakat dan Kesamaan Derajatnya. di dunia ini setiap manusia berbeda-beda, mulai dari budaya, ras, suku, bahasa, agama, dan masih banyak lagi struktur yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya.

Kalau masalah kesamaan derajat, di dalam agama setiap manusia memiliki derajat yang sama. akan tetapi di dalam kehidupan masyarakat derajat dibedakan dengan statusnya. contohnya antara Manager sebuah perusahaan dengan karyawan atau staffnya, atau pembantu dengan majikannya itu juga termasuk perbedaan derajat yang sudah sangat mendarah daging dalam kehidupan masyarakat di Indonesia ini.

Bicara tentang perbedaan derajat antara majikan dan pembantu sering kali disalahgunakan oleh sebagian masyarakat yang merasa derajatnya paling tinngi. bukan hanya di negara Indonesia saja, tetapi di negara tetangga seperti Malaysia hal seperti itu sudah tidak asing lagi bahkan sering kali terjadi TKI yang bekerja sebegai "Pembantu" di perlakukan semena-mena sampai disiksa tanpa pikir panjang dan hati nurani sebagai manusia.

Di Indonesia sudah sering sekali terjadi hal-hal seperti itu, banyak dari mereka yang tergiur dengan upah yang besar menjadi TKI tapi ereka tidak befikir bagaimana bahayanya tinggal di negri orang yang jelas-jelas tidak paham betul siapa dan apa saja yang menjadi peraturan dan perundang-undangan di negara tersebut.

Jangankan mereka, kita saja yang istilahnya lulusan S1 atau apa pun itu belum begitu paham bagaimana kehidupan disana, apalagi mereka yang setidaknya kurang pendidikan mengenai hal itu. inilah yag selalu menjadi masalah di Negara kita, selain perbedaan derajat dan lapisan sosial masyarakatnya, negara Indonesia juga sangat minim dengan pendidikannya.

Bahkan tidak jarang, setiap orang yang kehidupannya "miskin" selalu tidak punya pendidikan yang layak. sebaliknya, di Indonesia justru yang "Kaya" lah yang di nomer satukan, karna derajat mereka lebih tinggi daripada orang-orang miskin yang hanya menjadi pengamen jalanan, pengemis, pemulung, dan masih banyak lagi contoh-contoh mengenai hal itu.

Penyelesaian hal seperti ini memang sangat rumit, karna kehidupan miskin di Indonesia sudah merajalela. mengaturnya pun sudah sangat rumit, karna pemukiman kumuh sudah sangat banyak di negara kita ini. solusi pertamanya adalah pemerintah, dan yang kedua adalah masyarakatnya, yang ketiga adalah dari masing-masing manusianya untuk berubah lebih baik demi negara dan bangsa Indonesia.

Perbedaan derajat antara golongan elite dan golongan ekonomi lemah

Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elitemenunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa.

Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,tetapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperan serta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Cirri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya

Di perbedaan derajat ini masih banyak saja masyarakat Indonesia yang diskriminasi oleh orang-orang yang berkuasa dan mempunyai jabatan tertinggi sehingga masyarakat Indonesia yang miskin selalu di tindas oleh orang yang berkuasa.seharusnya pemerintah memberikan hak asasi manusia kepada oarng yang ekonomi lemah,sehingga mereka merasa senang dan sederahat oleh masyarakat elite.

Dari kasus di atas terlihat sangat mencolok pelapisan sosial antara kelas-kelas atas dan kelas-kelas rendah, dapat terlihat kelas-kelas atas mempunyai wewenang lebih dan kekuasaan lebih ketimbang kelas rendah, dan kesanya semuanya bisa di beli dengan uang termasuk keadilan dapat di beli dengan uang.

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

Menurut saya pelapisan sosial dalam masyarakat lumrah terjadi, akan tetapi alangkah lebih baiknya diantara masyarakat menghilangkan perbedaan-berbedaan derajat dan mengusung kesamaan derajat sehingga tidak ada lagi ketidak adilan di negeri ini tidak ada lagi pihak yang lebih di untungkan dan pihak yang lebih di pentingkan, yang ada hanya kesamaan hak antar masyarakat.dan tidak ada lagi masyarakat yang selalu didiskriminasikan.


Sumber 1


Sumber II


Komentar

Postingan Populer