Ucapan dan Ejaan
A. Ucapan Dan Ejaan
Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua.Para penutur yang berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia mereka terpengaruh oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya
B. Ejaan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh:
Drs. Sri Warni
Mohamad Hafiz
Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama nama bangsa , suku bangsa dan bahasa.
Contoh:
Bangsa Belanda
Suku Papua
Bahasa Spanyol
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya:
Beberapa buku yang sudah saya baca diantaranya Konsep Kebidanan, Dasar-Dasar Kebidanan, Ilmu Kandungan , Ilmu Kebidanan .
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Setiap hari Rabu semua mahsiswa wajib mengikuti olahraga .
Bentuk-bentuk lain yang dirangkai ialah awalan pra-, pasca-, pramu-,purna-, tuna-.
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh: Saya suka memasak ayam.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
Mohamad H. Rifai
Raja A. Namora
Koma digunakan untuk menandai adanya jeda atau kesenyapan antara
dalam suatu kalimat. Tanda koma sering digunakan setelah seruan, seperti: ah,
wah, aduh, ya, hai, dan sebagainya.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh :
Buah banyak macamnya, seperti anggur, apel, jeruk dll.
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis
dan setara.
Contoh: Semua murid diperlakukan sama; tidak ada yang di manjakan
Tanda titik koma juga digunakan untuk membatasi bagian-bagian kalimat
yang sudah mengandung koma.
Tanda titik dua dipakai akhir suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian.
Contoh : Nama Anggota : 1. Hafiz
2. Dwiky
Di atas disebutkan bahwa yang ditulis dengan tanda petik dalam
tulisan atau ketikan biasanya dicetak dengan huruf miring. Penggunaan
tanda petik dalam petikan langsung tidak dicetak dengan huruf miring,
melainkan tetap dicetak dengan suatu majalah pun tanda petik itu tetap
digunakan.
Tanda hubung juga digunakan untuk membatasi tanggal, bulan, dan tahun apabila semuanya ditulis dengan angka.
Contoh: Jakarta, 18-11-1995
Tanda–tanda baca yang lain ialah tanda pisah (-), tanda elipsis (…),
tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung ( ), tanda kurung siku
([ ]), tanda garis miring (/) dan tanda penyingkat/apostrof (‘)
Tanda pisah juga digunakan dalam arti”sampai dengan”.
Contoh : 1995--2014
Tanda elips (…)
Contoh : Kalau engkau tidak mau ….yah…, biarlah saya pulang saja.
Tanda Tanya (?)
Contoh : Dimana rumah kamu ?
Tanda Seru (!)
Contoh : Jangan buang sampah sembarangan !
Tanda Kurung ()
Contoh : Ini adalah tanda seru (!)
Tanda Kurung Siku []
Contoh : Men[t]ertawakan
Tanda Garis Miring (/)
Contoh : Speed Internet di Indonesia kecepatan sampai 7,2 Mb / s.
Tanda penyingkat atau apostrof (')
Contoh : 18 November '95 ('95 = 1995)
Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua.Para penutur yang berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia mereka terpengaruh oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya
B. Ejaan
- Pengantar
Ejaan penting sekali artinya dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa
Indonesia produktif tulis. Dalam tulis-menulis orang tidak hanya
dituntut untuk dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang
tepat, melainkan juga mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai
dengan ejaan yang berlaku.
- Penulisan Huruf
Sudah kita ketahui bahwa huruf kapital digunakan untuk mengawali kalimat
yang baru. Di samping itu huruf kapital juga digunakan sebagai huruf
awal pada nama diri. Ucapan langsung juga diawali dengan huruf kapital.
Contoh:
Drs. Sri Warni
Mohamad Hafiz
Huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama nama bangsa , suku bangsa dan bahasa.
Contoh:
Bangsa Belanda
Suku Papua
Bahasa Spanyol
- Huruf Tebal dan huruf Miring
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya:
Beberapa buku yang sudah saya baca diantaranya Konsep Kebidanan, Dasar-Dasar Kebidanan, Ilmu Kandungan , Ilmu Kebidanan .
Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Setiap hari Rabu semua mahsiswa wajib mengikuti olahraga .
- Penulisan Partikel dan Awalan
Bentuk-bentuk lain yang dirangkai ialah awalan pra-, pasca-, pramu-,purna-, tuna-.
Contoh: prasejarah, pascasarjana, pramuwisata,
purnawaktu, swasembada, tunakarya.
Kata-kata seperti anti-, non-, sub-, poli-. ultra-, supra-, Juga
ditulis serangkai dengan kata mengikuti, seperti antikomunis, nongelar,
subunit, politeknik, ultramodern, supranatural.
- Penulisan Bilangan
- Tanda Baca
Ada bermacam-macam tanda baca/pungtuasi, seperti titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (: ), dan petik (“..”).
- Tanda Titik(.)
Contoh: Saya suka memasak ayam.
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh:
Mohamad H. Rifai
Raja A. Namora
2. Tanda Koma (,)
dalam suatu kalimat. Tanda koma sering digunakan setelah seruan, seperti: ah,
wah, aduh, ya, hai, dan sebagainya.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh :
Buah banyak macamnya, seperti anggur, apel, jeruk dll.
3. Titik Koma (;)
dan setara.
Contoh: Semua murid diperlakukan sama; tidak ada yang di manjakan
Tanda titik koma juga digunakan untuk membatasi bagian-bagian kalimat
yang sudah mengandung koma.
4. Titik Dua (:)
Contoh : Nama Anggota : 1. Hafiz
2. Dwiky
5. Tanda Petik ("-")
6. Tanda Hubung (-)
Contoh: Jakarta, 18-11-1995
Tanda hubung juga digunakan untuk menghubungkan awalan atau
akhiran dalam bahasa Indonesia yang dirangkaikan dengan kata dasar
asing.
Contoh: Di-smash , pen-tackle-an
Contoh: Di-smash , pen-tackle-an
Tanda hubung juga digunakan untuk mendai hubungan kata-kata
dalam kelompok kata agar tidak menimbulkan tafsiran yang tidak
dikehendaki.
Contoh: Istri pejabat yang nakal itu.
Contoh: Istri pejabat yang nakal itu.
7. Tanda-Tanda Baca Yang Lain
Tanda pisah juga digunakan dalam arti”sampai dengan”.
Contoh : 1995--2014
Contoh : Kalau engkau tidak mau ….yah…, biarlah saya pulang saja.
Tanda Tanya (?)
Contoh : Dimana rumah kamu ?
Tanda Seru (!)
Contoh : Jangan buang sampah sembarangan !
Tanda Kurung ()
Contoh : Ini adalah tanda seru (!)
Tanda Kurung Siku []
Contoh : Men[t]ertawakan
Tanda Garis Miring (/)
Contoh : Speed Internet di Indonesia kecepatan sampai 7,2 Mb / s.
Tanda penyingkat atau apostrof (')
Contoh : 18 November '95 ('95 = 1995)

Komentar
Posting Komentar